RISET ILMIAH ADALAH: OBSERVASI LANGSUNG TERHADAP FENOMENA (DIRECT OBSERVATION OF PHENOMENA) VARIABE-VARIABEL, METODE-METODE DAN PROSEDUR-PROSEDUR RISET DIDEFINISIKAN DENGAN JELAS
contoh:
Tanaman bernama latin Alpinia Galanga dikenal juga dengan nama lain laos (jawa), laja (sunda), langkueh (Minang), dll. Bagian tanaman ini yang sering dipergunakan sebagai bahan obat adalah rimpang-nya.
Beberapa penyakit yan bisa di obati oleh lengkuas ini adalah: Aneka penyakit kulit, rematik, obat gosok, pelancar kemih.
1. Penyakit kulit: Panu, kadas, kudis, loreng, borok
Pengobatan: Pengobatan luar, di oles di tempat yang sakit
Cara membuat:
tumbuk halus rimpang lengkuas dengan bawang putih (perbandingan 1: 4, 1 rimpang 4 bawah putih) sampai jadi bubur.
Oleskan/tempelkan di tempat yang sakit.
Untuk kurap yang telah menahun tambahkan ramuan tadi dengan cuka.
Untuk Panu: sediakan rimpang segar, cacah hingga timbul seratnya, gosokkan pada bagian yang sakit.
2. Obat gosok
Pengobatan: Pengobatan luar, di gosok pada perut.
Cara membuat:
Iris rimpang lengkuas, rendam dalam alcohol
Gosokkan irisan rimpang tadi ke perut yang sakit.
3. Rematik
Pengobatan: Mandi air rebusan
Cara membuat :
Cuci bersih rimpang lengkuas, lalu rebus
Gunakan air rebusan yang masih hangat untuk mandi.
4. Sakit kepala, nyeri dada, menguatkan lambung, memperbaiki pencernaan
Pengobatan : di jadikan bumbu dapur
Cara membuat:
Rimpang lengkuas yang di jadikan bumbu dapur di campur dalam masakan sehari-hari
(sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1872439-khasiat-tanaman-lengkuas/
analisis:
Tanaman lengkuas sangat bermanfaat khasiatnya. karena selain digunakan sebagai bumbu masak tanaman ini juga dapat digunakan sebagai obat-obatan herbal yang dapat digunakan sebagai obat luar dan obat dalam serta tidak berbahaya buat kesehatan karena tidak mengandung bahan kimia yang membahayakan tubuh. Selain manfaat dari tanaman ini yg berkhasiat tanaman ini juga mudah ditemui di sekitar kita sehingga memudahkan kita untuk mengkonsumsinya
" V
Rabu, 31 Maret 2010
" Riset Akuntansi Keperilakuan "
Akuntansi merupakan suatu sistem untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan oleh para pemakainya dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Tujuan informasi tersebut adalah memberikan petunjuk dalam memilih tindakan yang paling baik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi. Namun, pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis juga melibatkan aspek-aspek perilaku dari para mengambil keputusan. Dengan demikian, akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi yang dapat dihasilkan oleh akuntansi.
Akuntansi keperilakuan sebenarnya merupakan bagian dari ilmu akuntansi yang perkembangannya semakin meningkat dalam 25 tahun belakangan ini. Hal ini ditandai dengan lahirnya sejumlah jurnal dan artikel yang berkenaan dengan keperilakuan dan semakin menjamurnya buku-buku teks berbahasa asing yang membahas tentang akuntansi keperilakuan. Salah satu jurnal yang paling populer yang mengangkat permasalahan akuntansi keperilakuan adalah Behavior Research in Accounting yang diterbitkan oleh American Accounting Association. Di Amerika Serikat sendiri, mata kuliah mengenai akuntansi keperilakuan semakin banyak ditawarkan. Perkembangan ini mendukung pertumbuhan riset-riset para mahasiswa akuntansi dan pengajar mereka yang berfokus pada dimensi akuntansi keperilakuan. Adapun perkembangan riset akuntansi keperilakuan menekankan pada aspek akuntansimanajemen khususnya penganggaran. Namun hal ini terus berkembang dan bergeser ke arah akuntansi keuangan, sistem informasi akuntansi dan audit. Dalam audit, riset akuntansi keperilakuan telah berkembang, tujuan literatur lebih difokuskan pada atribut keperilakuan spesifik seperti proses kognitif atau riset keperilakuan pada satu topik khusus seperti audit sebagai tinjauan analitis. Sebagai bidang riset yang sering memberi kontribusi bermakna, riset akuntansi keperilakuan ini dapat membentukkerangka dasar serta arah riset di masa yang akan datang. Banyaknya volume riset atas akuntansikeperilakuan dan meningkatnya sifat spesialisasi riset, serta tinjauan studi secara periodik akanmemberikan manfaat untuk beberapa tujuan berikut ini:
1. Memberikan gambaran state of the art terhadap minat khusus dalam bidang baru yang ingin diperkenalkan.
2. Membantu dan mengidentifikasi kesenjangan riset.
3. Untuk meninjau dengan membandingkan dan membedakan kegiatan riset melalui subbidang akuntansi, seperti audit, akuntansi manajemen dan perpajakan, sehingga para peneliti dapat mempelajarinya selalui subbidang lain. Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu bidang baru yang secara luas berhubungandengan perilaku individu, kelompok dan organisasi bisnis, terutama yang berhubungan dengan proses informasi akuntansi dan audit. Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu fenomena baru yang sebetulnya dapat ditelusuri kembali pada awal tahun 1960-an, walaupun sebetulnya dalam banyak hal riset tersebut dapat digunakan lebih awal. Studi terhadap perilaku akuntan atau perilaku dari nonakuntansi telah banyak dipengaruhifungsi akuntansi dan laporan, antara lain:
1. Pembuatan keputusan dan pertimbangan oleh akuntan dan auditor.
2. Pengaruh dari fungsi akuntansi seperti partisipasi dalam penyusunan, karakteristik sistem informasi dan fungsi audit terhadap perilaku baik karyawan, karakteristik dan fungsi audit terhaap perilaku baik karyawan, manajer, investor, maupun wajib pajak.
3. Pengaruh hasil dari fungsi tersebut, seperti informasi akuntansi dan penggunaan pertimbangan dalam pembuatan keputusan. Berbagai riset yang menggunakan pendekatan kontinjensi dilakukan dengan tujuanmengidentifikasi berbagai variabel kontinjensi yang mempengaruhi rancangan dan penggunaansistem pengendalian manajemen. Secara singkat sebagai variabel kontinjensi yang mempengaruhi desain sistem pengendalian manajemen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Ketidakpastian. Seperti tugas, rutinitas, repetisi dan faktor-faktor eksternal lainnya.
2. Teknologi dan saling ketergantungan. Seperti proses produksi, produk misscall.
3. Industri, perusahaan dan unit variabel. Seperti Kanada masuk ke dalam industry, radio, radio konsentrasi dan ukuran perusahaan.
4. Strategi kompetitif (seperti penggunaan biaya rendah atau unik dikembalikan).
5. Faktor-faktor yang dapat dialami. Seperti desentralisasi, sentralisasi, budaya nasional, dll.
Demikian penjelasan mengenai akuntansi keperilakuan. Semoga bermanfaat.[JSC]
Akuntansi keperilakuan sebenarnya merupakan bagian dari ilmu akuntansi yang perkembangannya semakin meningkat dalam 25 tahun belakangan ini. Hal ini ditandai dengan lahirnya sejumlah jurnal dan artikel yang berkenaan dengan keperilakuan dan semakin menjamurnya buku-buku teks berbahasa asing yang membahas tentang akuntansi keperilakuan. Salah satu jurnal yang paling populer yang mengangkat permasalahan akuntansi keperilakuan adalah Behavior Research in Accounting yang diterbitkan oleh American Accounting Association. Di Amerika Serikat sendiri, mata kuliah mengenai akuntansi keperilakuan semakin banyak ditawarkan. Perkembangan ini mendukung pertumbuhan riset-riset para mahasiswa akuntansi dan pengajar mereka yang berfokus pada dimensi akuntansi keperilakuan. Adapun perkembangan riset akuntansi keperilakuan menekankan pada aspek akuntansimanajemen khususnya penganggaran. Namun hal ini terus berkembang dan bergeser ke arah akuntansi keuangan, sistem informasi akuntansi dan audit. Dalam audit, riset akuntansi keperilakuan telah berkembang, tujuan literatur lebih difokuskan pada atribut keperilakuan spesifik seperti proses kognitif atau riset keperilakuan pada satu topik khusus seperti audit sebagai tinjauan analitis. Sebagai bidang riset yang sering memberi kontribusi bermakna, riset akuntansi keperilakuan ini dapat membentukkerangka dasar serta arah riset di masa yang akan datang. Banyaknya volume riset atas akuntansikeperilakuan dan meningkatnya sifat spesialisasi riset, serta tinjauan studi secara periodik akanmemberikan manfaat untuk beberapa tujuan berikut ini:
1. Memberikan gambaran state of the art terhadap minat khusus dalam bidang baru yang ingin diperkenalkan.
2. Membantu dan mengidentifikasi kesenjangan riset.
3. Untuk meninjau dengan membandingkan dan membedakan kegiatan riset melalui subbidang akuntansi, seperti audit, akuntansi manajemen dan perpajakan, sehingga para peneliti dapat mempelajarinya selalui subbidang lain. Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu bidang baru yang secara luas berhubungandengan perilaku individu, kelompok dan organisasi bisnis, terutama yang berhubungan dengan proses informasi akuntansi dan audit. Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu fenomena baru yang sebetulnya dapat ditelusuri kembali pada awal tahun 1960-an, walaupun sebetulnya dalam banyak hal riset tersebut dapat digunakan lebih awal. Studi terhadap perilaku akuntan atau perilaku dari nonakuntansi telah banyak dipengaruhifungsi akuntansi dan laporan, antara lain:
1. Pembuatan keputusan dan pertimbangan oleh akuntan dan auditor.
2. Pengaruh dari fungsi akuntansi seperti partisipasi dalam penyusunan, karakteristik sistem informasi dan fungsi audit terhadap perilaku baik karyawan, karakteristik dan fungsi audit terhaap perilaku baik karyawan, manajer, investor, maupun wajib pajak.
3. Pengaruh hasil dari fungsi tersebut, seperti informasi akuntansi dan penggunaan pertimbangan dalam pembuatan keputusan. Berbagai riset yang menggunakan pendekatan kontinjensi dilakukan dengan tujuanmengidentifikasi berbagai variabel kontinjensi yang mempengaruhi rancangan dan penggunaansistem pengendalian manajemen. Secara singkat sebagai variabel kontinjensi yang mempengaruhi desain sistem pengendalian manajemen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Ketidakpastian. Seperti tugas, rutinitas, repetisi dan faktor-faktor eksternal lainnya.
2. Teknologi dan saling ketergantungan. Seperti proses produksi, produk misscall.
3. Industri, perusahaan dan unit variabel. Seperti Kanada masuk ke dalam industry, radio, radio konsentrasi dan ukuran perusahaan.
4. Strategi kompetitif (seperti penggunaan biaya rendah atau unik dikembalikan).
5. Faktor-faktor yang dapat dialami. Seperti desentralisasi, sentralisasi, budaya nasional, dll.
Demikian penjelasan mengenai akuntansi keperilakuan. Semoga bermanfaat.[JSC]
" Pengertian Riset Akuntansi "
Riset,menurut kamus Webster,mempunyai arti memeriksa atau mencari kembali.Menurut Ndraha (1988),Riset diartikan lebih luas sebagai suatu pemeriksaan atau pengujian yang teliti dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip penyelidikan yang tekun guna memastikan suatu hal.
Dan dari pendapat para Pakar ,Riset adalah suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode ilmiah sehingga harus memiliki tiga unsur penting yaitu:sasaran,usaha untuk mencapainya.
Dan dari pendapat para Pakar ,Riset adalah suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode ilmiah sehingga harus memiliki tiga unsur penting yaitu:sasaran,usaha untuk mencapainya.
Langganan:
Postingan (Atom)
